Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon

Image

Tanggapan STIKES Cirebon Atas Status Penonaktifan oleh Dikti

Tanggapan STIKES Cirebon Atas Status Penonaktifan oleh Dikti

Images Tanggapan STIKES Cirebon Atas Status Penonaktifan oleh Dikti

Aktualita.co  – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Cirebon menjadi salah satu dari 27 perguruan tinggi Jawa Barat yang berstatus non-aktif di pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) Dikti. Akibat dari jumlah tersebut ribuan mahasiswa STIKES Cirebon mempertanyakan status perkualiahan mereka. Ketua STIKES Cirebon Firman Ismana kepada Okezonetidak menampik perihal penonaktifan kampus yang telah berdiri sejak 2 Agustus 2001 ini. Namun dirinya meyakinkan, perkuliahan tetap berjalan hingga kini.

Stikes Cirebon

Pihaknya juga belum mengetahui alasan penon-aktifan yang diterimanya. “Hanya, kami sendiri sampai sekarang tidak tahu alasan resmi penonaktifan, belum ada surat penonaktifan dari Kemenristek Dikti soal ini,” ungkapnya seperti dikutipOkezone.

Menurutnya, status penon-aktifan pada pusat pangkalan data dikti diatur oleh sistem. Sehingga jika ada yang tak sesuai sistem, maka secara otomatis sistem akan menera non-aktif.

Walaupun demikian, pihak Stikes Cirebon memperkirakan penonaktifan disebakan oleh salah satu program studi (prodi) yakni Kesehatan Lingkungan yang sudah tak aktif namun belum dicabut perizinannya oleh pihak kampus. Dia menyatakan, Prodi Kesehatan Lingkungan sudah tak aktif sejak sekira 2011 akibat ketiadaan peminat (mahasiswa).

Berdasarkan pantauan Akualita.co di pangkalan data Dikti, semua status program studi STIKES Cirebon dalam status aktif diantaranya Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Profesi Ners, Fisioterapi, Kebidanan, Keperawatan dan Radiodiagnostik dan Radioterapi. Tetapi khusus untuk Kesehatan Lingkungan statusnya non-aktif.

“Di luar Kesehatan Lingkungan, ada lima prodi lain di STIKES Cirebon yang hingga kini masih aktif perkuliahannya yaitu Fisioterapi, Radiologi, Keperawatan untuk S-1 dan D-3, serta D-3 Kebidanan,” tuturnya.

Kini, STIKES Cirebon telah mengajukan surat kepada Kemenristek Dikti maupun Kopertis dengan mendatangi langsung kedua lembaga tersebut. Bukan hanya mempertanyakan penonaktifan, pihaknya sekaligus pula meminta saran untuk perbaikan.

“Masyarakat juga jangan sampai salah paham. Para alumni pun tak perlu cemas karena gelar mereka tetap sah mengingat penonaktifan ini bukan soal legalitas STIKES,” paparnya.

Dia memastikan, STIKES Cirebon sah dengan mengantongi perizinan dari Dikti maupun rekomendasi Kopertis. Pihaknya pun berencana mencabut resmi Kesehatan Lingkungan sebagai salah satu prodi.

“Sejauh ini belum ada kerugian materil akibat penonaktifan tersebut. Namun, hal itu bisa saja terjadi mengingat kesalahpahaman yang mungkin diterima masyarakat atas status non-aktif STIKES Cirebon saat ini,” ujar Firman

Seperti diketahui, saat ini Pangkalan Data DIKTI telah memberikan panduan agar perguruan tinggi non-aktif bisa diaktifkan kembali.

  •  Bagikan Post

Komentar

    Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook

Twitter

Subscribe